(managementfile – Strategic) – Sekitar sepekan lalu, HP mengumumkan bahwa mereka setuju untuk mengakuisisi Palm, produsen smartphone dengan sistem operasi webOs senilai $5.70 per lembar saham tunai, atau senilai total $1.2 miliar.
Selama ini HP merupakan salah satu pemain terbesar di sektor teknologi. Sementara itu Palm kini sedang berusaha untuk merengkuh pasar yang pernah dikuasainya di masa lalu. Bagaimana kira-kira Palm dapat memberikan nilai tambah ke dalam bisnis HP?
Hewlett Packard merupakan perusahaan teknologi dengan portfolio produk yang luas, mulai dari PC, printing, storage & server, service, software, dan lainnya. Namun, bagian yang memberikan kontribusi pendapatan terbesar bagi HP adalah dari service, PC serta printing.
Saat ini, bisnis smartphone sedang booming di seluruh dunia, dengan Apple dan Research in Motion menjadi market leader-nya. Sementara itu, salah satu kelemahan HP justru di smartphone. Dulu, HP dengan pocket PC iPaq-nya sempat menjadi salah satu pilihan utama para businessman. Namun, seiring dengan semakin menjamurnya smartphone, iPaq semakin tersingkir. Apalagi, inovasi HP untuk iPaq yang hanya begitu-begitu saja, sehingga langsung tersalip ketika muncul pesaing tangguh seperti iPhone dari Apple ataupun BlackBerry dari RIM.
Palm sendiri sedang mengalami kesulitan finansial, setelah Maret lalu kembali melaporkan kerugian kuartalan untuk kesebelas kalinya secara berturut-turut. Kerugian bersih untuk Q3 2009 tercatat sebesar $22 juta. Setelah memproduksi smartphone sekitar 960,000 unit, yang terjual hanya sekitar 400,000 saja. Palm Pre dan Pixi gagal menggaet pasar seperti yang diharapkan.
Meskipun smartphone produksi Palm kurang laris, namun kekuatan utama Palm sebenarnya berasal dari sistem operasi yang mereka kembangkan, yakni WebOS yang mendapatkan banyak pujian dari berbagai pihak. Salah satu keunggulannya adalah dalam user interface, yang mempermudah user dalam multitasking. Tampilan aplikasi WebOS menggunakan card based, dimana user dapat membuka, menutup dan memindahkan window aplikasi semau mereka, seperti halnya pengguna Windows memanfaatkan sentuhan mouse atau kombinasi Alt-Tab untuk berpindah dari window astu ke window lainnya.
Fitur menarik lainnya dari webOS adalah integrasi informasi dari berbagai sumber secara otomatis. Jadi, adanya Palm Synergy memungkinkan seluruh informasi kontak dan kalender dari berbagai aplikasi seperti Google, MS Outlook, Yahoo!, Facebook hingga LinkedIn dalam satu tampilan. Kemudian notifikasi juga punya interface yang lebih baik, karena terletak di bawah dan tidak menginterupsi aktivitas Anda. Anda bisa langsung merespon atau membiarkannya.
Meskipun WebOS merupakan sistem operasi yang bagus, namun sayang penggunaannya hanya terbatas, yakni hanya sebatas pada handset yang diproduksi oleh Palm seperti Palm Pre ataupun Palm Pixi.
Sinergi Antara HP dan Palm
Nah, sinergi yang diperoleh dari bergabungnya Palm ke HP diharapkan dapat menjadi bekal dalam menghadapi persaingan yang semakin sengit, terutama dalam industri smartphone.
HP kuat dalam hal finansial, sementara Palm kuat dalam sistem operasi. Yang jelas, HP harus berjuang untuk menciptakan produk smartphone yang lebih inovatif. Sementara itu, Palm akan menunjang dari sisi sistem operasi WebOS, dan kemungkinan software-software yang mendukungnya.
Banyak pengamat yang melihat bahwa langkah HP selanjutnya adalah menantang Apple dengan membuat tablet untuk menyaingi iPad. Pada Consumer Electronics Show 2010 di Las Vegas lalu, HP memperkenalkan produk barunya yaitu Slate, sejenis komputer tablet juga.
Kemungkinan besar, Slate ini akan menggunakan sistem operasi webOS. Hal ini juga ditegaskan oleh Bradley saat mengumumkan akuisisi Palm. Ia menyatakan bahwa terdapat banyak peluang di antara smartphone, slate (tablet) dan netbook. Dengan berinvestasi di WebOS, maka HP diharapkan dapat menjadikan perangkat tersebut lebih menarik dibandingkan sekarang. Jadi, ke depannya ada kemungkinan sistem operasi WebOS juga merambah hingga ke tablet hingga netbook juga.
Jika serius dalam berinovasi, tentunya HP dapat menghasilkan smartphone yang handal. Saat ini, HP sudah lebih dulu kuat di pasar netbook dengan HP Mini-nya. Kekuatan HP dalam hardware, digabung dengan kekuatan Palm dalam WebOS diharapkan dapat memberikan kekuatan berlipat bagi HP dalam mengambil ceruk di pasar smartphone yang berkembang dengan pesat dan sangat menguntungkan. Di sisi lain, WebOS milik Palm tentu juga penggunaannya bakal semakin luas, karena bakal digunakan pada berbagai perangkat-perangkat HP. Di atas kertas, akuisisi Palm oleh HP ini bakal memberikan kontribusi yang berarti.
Akuisisi Palm oleh HP ini memungkinkan HP untuk bisa bersaing setara dengan raksasa-raksasa teknologi lainnya, seperti Apple, RIM hingga Google. Apakah akuisisi ini akan menghasilkan kesuksesan bagi HP? Kita tunggu saja perkembangan berikutnya.
RP/RP/mgf |